Digital clock

Sabtu, 25 Juni 2016

BADAN USAHA PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA ( BPUPKI )

Jakarta - Pada sidang Badan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang berlangsung pada 29 Mei sampai 1 Juni 1945 di Jakarta, Sukarno menyampaikan gagasannya soal 5 prinsip dasar negara. Lima prinsip dasar negara itu adalah: 1. Kebangsaan Indonesia; 2. Internasionalisme atau perikemanusiaan; 3. Mufakat atau demokrasi; 4. Kesejahteraan sosial dan 5. Negara yang Berketuhanan. 

Bung Karno pun kemudian memberikan nama soal 5 prinsip dasar negara itu. "Dasar Negara telah saya usulkan lima bilangannya. Inikah
Panca Dharma? Bukan! Nama Panca Dharma tidak tepat di sini," kata dia saat berpidato seperti dikutip dari http://www.academia.edu, Rabu (1/6/2016). 

Nama Panca Dharma tidak tepat karena, kata Bung Karno, Dharma berarti kewajiban. Sementara sidang BPUPKI saat itu tengah membahas dasar negara. "Saya senang kepada simbolik. Simbolik angka pula. Rukun Islam lima jumlahnya. Jari kita lima setangan. Kita mempunyai pancaindera. Apa lagi yang lima bilangannya?" tanya Sukarno. 

"Pendawa Lima," jawab salah seorang anggota BPUPKI. 

"Pendawa pun lima orangnya. Sekarang banyaknya prinsip kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan dan ketuhanan lima pula bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma tetapi saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman ahli bahasa, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia, kekal dan abadi," papar Bung Karno. 

Tepuk tangan pun menggema di gedung "Chuo Sangi In", yang pada zaman kolonial Belanda gedung tersebut merupakan gedung Volksraad (dari bahasa Belanda, semacam lembaga "Dewan Perwakilan Rakyat Hindia-Belanda" pada masa penjajahan Belanda), dan kini gedung itu dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila, yang berlokasi di Jalan Pejambon 6, Jakarta Pusat. Gedung Pancasila sekarang menjadi bagian dari kantor Kemlu yang biasa digunakan untuk acara-acara seremoni dan jumpa pers.

Gagasan Bung Karno soal 5 prinsip dasar negara itu diterima secara aklamasi oleh semua anggota BPUPKI. Selanjutnya BPUPKI membentuk Panitia Sembilan untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar. Panitia Sembilan terdiri dari Ir Sukarno, Muhammad Hatta, Mr AA Maramis, Abikusno Tjokrokusumo, Abdulkahar Muzakir, HA Salim, Wahid Hasjim, Achmad Soebardjo dan Muhammad Yamin. 




Selasa, 24 Mei 2016

UNTUK MENGUKUR KEBERHASILAN SEORANG PEMIMPIN

UNTUK mengukur keberhasilan seorang Mahasiswa relatif lebih mudah kita bisa ketahui
yaitu dengan cara melihat Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK-nya. Semakin tinggi IPK-nya bisa dikatakan sukses. dasarnya adalah sejumlah mata kuliah yang harus mereka tempuh melalui ujian-ujian.
Bagaimana cara untuk mengukur keberhasilan seorang PEMIMPIN Misalnya Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat dan Lurah atau Kepala Desa? Bahkan Ketua RW dan ketua RT?


Cara menilai keberhasilan seorang pemimpin tentu saja harus ada dasar basisnya, harus ada target pencapaianyang harus diketahui selisih target dengan pencapaian. Idealnya bisa diterjemahkan di dalam bentuk angka-angka dengan Catatan:Problem atau Masalahnya dimana seringkali kita lihat demi kepentingan politik, angka-angka bisa dimanipulasi dalam pemilihan yang pernah kita lihat
A.Penilaian secara faktual
Apa saja dasar keberhasilan seorang Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati, Walikota, Camat, Lurah atau Kepala Desa? Masing-masing idealnya harus punya dasar sasaran yang sama.
Misalnya:
-Politik
-Ekonomi
-Sosial
-Budaya
-Pertahanan
-Keamanan
-Pertanian
-Teknologi
-Ilmu pengetahuan
-Agama
-Pendidikan
-atau hak azazi manusia jika diperlukan
Harus punya target
Semua dasar tersebut harus ada targetnya dan sebaiknya berupa angka-angka.
Harus punya hasilnya
Harus diketahui apakah target tercapai hasilnya atau tidak.
Nilai nilai keberhasilan
Dengan diketahui tercapai atau tidak tercapainya target dan hasilnya maka bisa diketahui persentase keberhasilan maupun tidak keberhasilan seorang pemimpin
B.Penilaian secara persepsi
Tentu saja masyarakat tak mempunyai semua data itu. Oleh karena iitu boleh saja masyarakat menilai berdasarkan persepsi pikiran masing-masing.
Cara menilai oleh masyarakat
Masyarakat bisa menilai berdasarkan tingkat kesejahteraan masyarakat mereka ketahui  
-Antara lain janji janji pemimpin dengan kenyataannya pernah mereka utarakan dalam kampanye
-Adakah perubahan di berbagai sektor kearah yang lebih baik sebelum dan sesudah pemimpin mengakhiri jabatannya nanti
-Apakah angka kemiskinan turun atau tidak atau sebaliknya bertambahnya angka kemisikinan
-Apakah total utang APBN/APBD bertambah, berkurang ataukah lunas ataukah tidak dipergunakan sama sekali
-Apakah praktek KKN naik atau turun atau hukum tak berjalan
-Apalah biaya pendidikan dan kesehatan naik atau turun atau tak ada perubahan sama sekali
Kesimpulan YANG DIDAPAT DARI FAKTA DAN PENILAIAN
Secara umum dan garis besarnya dalam UKURAN KEBERHASILAN SEORANG PEMIMPIN terletak mampu atau tidak mampuan seorang Pemimpin dapat bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan ditandainya turunnya angka Kemiskinan, Murahnya biaya Pendidikan dan Kesehatan serta menurunnya total utang APBN/APBD

Sabtu, 30 April 2016

SEORANG PENDIDIK HARUS MENGETAHUI MENGEMBANGKAN PERTUMBUHAN AKAL

Guru hendaknya memberikan nasehat kepada siswanya dengan kelembutan. Guru di tuntut berperan sabagai orang tua yang dapat merasakan apa yang dirasakan anak didiknya, jika anak memperlihatkan suatu kemajuan, seyogianya guru memuji hasil usaha muridnya, berterima kasih padanya, dan mendukungnya terutama didepan teman-temannya.
Guru perlu menempuh prosedur yang berjenjang dalam mendidik dan menghukum anak saat dia melakukan kesalahan. Apabila pada suatu kali anak menyalahi perilaku terpuji, selayaknya pendidik tidak membongkar dan membeberkan kesalahan-kesalahannya itu. Mengungkapan rahasianya itu mungkin akan membuatnya semakin berani melanggar. Jika anak mengulangi kesalahan yang sama, tegurlah dengan halus dan tunjukkan urgensi kesalahannya.
Menegur dan mencela secara berkesinambungan dan mengungkit-ungkit kesalahan yang dilakukannya membuat anak menjadi pembangkang. Sehubungan dengan hal tersebut Al-Ghazali menegaskan ”Jangan terlampau banyak mencela setiap saat karena perkataan tidak lagi berpengaruh dalam hatinya. Hendaknya guru atau orang tua menjaga kewibawaan nasehatnya.”
Seorang pendidik harus mengetehui cara pertumbuhan akal manusia yang bertahap hingga ia mampu mensejalankan pertumbuhan itu dengan pengajarannya terhadap anak didik. Ia menasehatkan agar tidak kasar dalam memperlakukan anak didik yang masih kecil, mencubit tubuh dalam pengajaran merusak anak didik, khususnya anak kecil.
Perlakuan kasar dan keras terhadap anak kecil dapat menyebabkan kemalasan dan mendorong mereka untuk berbohong serta memalingkan diri dari ilmu dan pengajaran. Oleh karena itu pendidik harus memperlakukan anak didik dengan kelembutan dan kasih sayang serta tegas dalam waktu-waktu yang diutuhkan untuk itu.Diharapkan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua sebagai seorang pendidik dan sebagai referen ketika kita dihadapkan dengan berbagai persoalan yang kita hadapi ketika menjadi seorang pendidik atau guru. Karena siswa memiliki watak dan sifat yang berbeda terkadang menyebabkan kita marah dan terbesit amarah yang tidak terkendali sehingga terkadang kita bukan menjadi seorang guru yang digugu dan ditiru.Psikologis anak perlu  sentuhan yang halus, lentur dan manis sehingga bisa membuat sensivitas perasaannya terasah normal. Hukuman terhadap siswa harus berlandaskan keseimbangan. Misalnya dari strata paling rendah, siswa yang nakal dibina dulu oleh wali kelas. Apabila masih belum bisa ditolerir dikenakan hukuman skorsing tidak boleh mengikuti kegiatan sekolah. Sedangkan hukuman di strata puncak jika memang sekolah tidak mampu membina lagi, kembalikan kepada orang tuanya.  



Rabu, 09 Maret 2016

BUMI NUSANTARA NKRI

Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat diganggu gugat dan harus terus dipertahankan “Walau hanya sebutir pasir yang ada di atas tanah air ini akan kita jaga sampai darah titik penghabisan
Dengan kobaran api ditanganku
bangkitkan praja praja dijiwaku.
Untukmu bumi nusantara kucinta,
kutumpah ruahkan darah kupunya.
Walau pun sejengkal jua,
tak kubiarkan kau ditangan penjajah.
Tanah negriku, tanah bangsaku.
Kanku jaga slalu kedaulatanmu,
jiwaku pagar barisan depanmu,
tuk menepis mesiu pengganggu.
~ Merah Putih jiwa ini ~
Kulantangkan pekik tinggi di langit,
Kujunjung jari dan kepalan.
Jiwa dari tubuh saya untuk anda ibu pertiwi.
Pada akhirnya, kibaran pengusung dada
Patriotku kusertakan dan kuncup.bunga
bernyala nyala didakau
Dengan nyala nyala jiwaku
Dijiwaku
Untuk Bumi Nusantara aku cintai,
Kutumpah ruahkan darah semua aku punya.
Bahkan di sudut mana saja,
Aku tidak akan membiarkan jatuh di tangan penjajah.
Negaraku kaya raya, tanah tanah indonesia
Kanku kedaulatanmu, selalu kujaga


Jiwaku pagar pagar, baris betis

Minggu, 28 Februari 2016

PEMIMPIN PEMBERI SEMANGAT JIWA KORSA

PEMIMPIN PEMBERI SEMANGAT
"Bahwa kesuksesan seorang Pemimpin BUKANLAH ketika menjadikan yang Pertama Tapi kesuksesan seorang pemimpin adalah menjadikan yang MEMBENTUK pribadi yang TANGGUH, sehingga memiliki DEDIKASI, LOYALITAS dan INTEGRITAS yang TINGGI sebagai bekal dalam PENGABDIAN kepada BANGSA DAN NEGARA untuk NKRI
Tidak seorang pun punya kemampuan untuk melakukan sesuatu hal sempurna, tapi setiap orang diberi banyak kesempatan untuk melakukan hal yang benar
Kehebatan seseorang tidak diukur dari kekuatannya, tapi diukur dari bagaimana dia bangun dan berdiri tegap setiap kali dia terjatuh


Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.

Ada 3 Hal yangg tidak pernah kita tahu :
1. Kemarahan 
2. Keangkuhan
3. Dendam 


Tidak seorang pun punya kemampuan untuk melakukan sesuatu hal sempurna, tapi setiap orang diberi banyak kesempatan untuk melakukan hal yang benar. 

Kamis, 18 Juni 2015

MENEMUKAN BENTUK-PEMIMPIN YANG MENCERDASKAN KEHIDUPAN BERBANGSA

Ketika seorang pemimpin adalah benar-benar pemimpin ketika dia mengedepankan yang dipimpinnya....
Menempatkan dirinya sebagai 'solusi' yang dipimpinnya dengan segala daya upaya yang dimilikinya tanpa 'mengeluh' karena dia menyadari bahwa Allah SWT sedang memberikannya suatu 'kepercayaan' sekaligus 'ujian' bagi 'harkat dan martabatnya' sebagai pemimpin dan sekaligus bagi orang-orang yang dipimpinnya...
Jika semua itu dijalankan dengan kesadaran penuh bahwa dia adalah "Pejuang dan sekaligus Martir" bagi orang-orang yang dipimpinnya...maka segala kriteria pemimpin telah ada padanya...
karena dia memimpin dijalan yang di Ridhoi Allah...tentu Allah akan berkenan melindunginya dari azab dunia maupun akhirat..sehingga selamatlah dirinya dan orang-orang yang dipimpinnya...
dan inilah pemimpin idaman saya...yang mampu menyelamatkan orang-orang yang dipimpinnya dari dari azab dunia maupun akhirat...selamat menunaikan Ibadah Puasa

KAWAN ABADI
Kawan baik.juga Kebaikan kawan atau sahabat baik adalah teman sejati paling mesra dalam kebersamaan
Kemana pun kita pergi. Dia ada dengan pepatah kita jauh dimata dekat dihati Kawan baik selalu menjadi sahabat pendengar mendengar yang setia. Dia senantiasa mendengar masalah bilamana ada permasahan pada kita  kitapun demikian perlukan dia.Teman yang sahabat abadi dan setia selalu mesra.bersama

Kawan seperti ini akan bertindak seperti buah hati kita tetapi tidak melebihi tahap yang dibenarkan. Kongsi sahabat keinginan yang sama, mungkin serasi. Banyak membantu kita dalam kehidupan kita. Kadang kadang dia seperti buah hati atau pun tak berjumpa dengan dia.Kelebihan kawan sahabat seperti ini adalah kita boleh melayani dia macam kita layani kawan sejati tanpa perlu berkompromi dengan masalah berlainan pikiran sama tapi selalu berjalalan dengan seirama langkah bersama
Persatuan tidak mungkin jika tidak ada kebersamaan
dan kebersamaan tidak mungkin jika tidak ada kesejahteraan
persatuan, kebersamaan dan kesejahteraan
jangan jadi slogan saja, tetapi harus 

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki sekurang-kurangnya 4 (empat) sifat dalam menjalankan kepemimpinannya, yakni : Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathanah (STAF):
1.    Siddiq (jujur) sehingga ia dapat dipercaya;
2.    Tabligh (penyampai) atau kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi;
3.    Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugasnya;
4.    Fathanah (cerdas) dalam membuat perencanaan, visi, misi, strategi dan mengimplementasikannya.


Leader dalam bahasa Inggris mempunyai arti sebagai orang yang memimpin. Perbedaan anatara Rakyat dan Pemimpin hanya terletak pada dipimpin dan yamg memimpin. Jadi jelas kemudian suatu Negara atau bangsa tentunya memiliki komponen keduanya yakni Pemimpin yang memimpin rakyat dan Rakyat yang dipimpin oleh pemimpin.



Rabu, 13 Mei 2015

MANUSIA HEBAT MANUSIA BISA MENGENDALIKAN DIRI

Indonesia Tanah Yang Mulia…Tanah Kita Yang Kaya
Di Sanalah Aku Berada Untuk Selama-Lamanya
Indonesia Tanah Pusaka Pusaka Kita Semuanya
Marilah Kita Mendoa Indonesia Bahagia ..!
Suburlah Tanahnya Suburlah Jiwanya…Bangsanya Rakyatnya Semuanya

Sadarlah Hatinya Sadarlah Budinya…Untuk Indonesia Raya
Indonesia Tanah Yang Suci Tanah Kita Yang Sakti
Disanalah Aku Berdiri ‘Menjaga Ibu Sejati
Indonesia! Tanah Berseri Tanah Yang Aku Sayangi
Marilah Kita Berjanji Indonesia Abadi
Slamatlah Rakyatnya Slamatlah Putranya Pulaunya Lautnya Semuanya
Majulah Negerinya Majulah Pandunya Untuk Indonesia Raya …!
Lepas dari itu semua, masih banyak hal yang harus dicapai bangsa indonesia. Tentu tidak hanya itu saja cita-cita yang ingin dicapai bangsa indonesia. Lalu siapa yang akan mewujudkan semua itu kalau bukan kita, segenap bangsa indonesia.

Marilah kita bahu membahu menyongsong indonesia yang lebih baik. Kobarkan semangat nasionalisme demi kemajuan bangsa dan negara kita tercinta. Majulah bangsaku, Indonesia Raya !!!
Karena penjajahan sekarang ini bukan lagi dalam bentuk fisik, bukan lagi dalam bentuk perang, melainkan penjajahan dalam bentuk pemikiran, penjajahan di bidng ekonomi dan penjajahan budaya oleh negara lain. Untuk itu kita harus terus berjuang, bukan berjuang dengan mengangkat senjata lagi melainkan berjuang untuk bangkit dari keterpurukan, keterpurukan ekonomi, keterpurukan politik, berjuang melawan kemiskinan, berjuang melawan kebodohan agar bangsa ini merdeka dalam arti yang sebenarnya, maju dan disegani oleh bangsa lain.

Hal tersebut tidak dapat terlaksana dengan baik jika kita hanya berangan-angan saja tanpa ada usaha. Untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan melakukan hal-hal yang berguna , hal-hal yang baik yang bisa kita berikan untuk negri ini, sesuatu yang berguna yang bisa kita berikan untuk orang disekitar kita, walaupun itu hal yang kecil. Karena dimulai dari hal-hal yang kecil,
Kita sepakat sebagai organisasi yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI, keutuhan bangsa Indonesia adalah sebuah harga mati yang tidak bisa ditawar serta menyatakan, kesepakatan ini dilandasi rasa prihatin atas kondisi bangsa yang semakin kehilangan identitas
Empat Pilar Kehidupan Bangsa
1.PANCASILA
2.UUD 1945
3.NKRI
4.BHINEKA TUNGGAL IKA.